Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Showing posts with label ramadhan. Show all posts

Friday, 2 March 2018

Ramadhan Bulan Ibadah


Ramadhan Bulan Ibadah

Ramadhan Bulan Ibadah


Ramadhan sebagai bulan yang memiliki banyak keistimewaan dan keagungan di dalamnya, menjadikan bulan ramadhan sebagai tamu yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Ramadhan adalah bulan ibadah, di mana di dalamnya banyak amalan ibadah yang pahalanya dilipatgandakan tanpa batas. Maka sangatlah merugi orang-orang yang mengabaikan tamu yang agung ini.

Ibadah pada bulan ramadhan sebenarnya tidak hanya puasa yang menimbulkan dahaga dan lapar saja, akan tetapi juga menahan diri dari semua yang bisa membatalkan puasa, menahan dari perbuatan yang tidak ada manfaatnya dan menahan dari perbuatan-perbuatan yang dapat menimbulkan laknat Allah SWT.


Ramadhan diambil dari bahasa arab yang artinya panas yang membakar. Hal ini sesuai dengan hikmah yang ada dalam bulan ramadhan yakni bulan yang di dalamnya seorang mukmin bisa membakar hawa nafsu dan perangainya yang buruk di mana akhirnya nanti bisa menjadi pribadi yang memiliki sifat terpuji. Selain itu dalam bulan ramadhan, orang berpuasa bisa menghindarkan dirinya dari siksa api neraka yang dapat membakar apapun yang ada di dalamnya. Maka tidaklah salah jika di akhir bulan puasa umat islam semakin bertambah keimanan dan ketakwaanya.

Perlu diketahui, bahwa semua amalan ibadah pada bulan ramadhan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT, hal ini akan berbeda jika dibandingkan ketika amalan itu dilakukan pada bulan-bulan selainnya. Bahkan bagi orang yang menyingkirkan sebuah penghalang yang berada di tengah jalan raya, entah itu batu atau ranting kayu. Dia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.


Ibadah di bulan ramadhan adalah sebuah kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada umat islam,  untuk melebur semua dosa, maksiat dan perbuatan tercela di masa lalu. Sebagai orang mukmin yang mempercayai Allah sebagai Tuhannya, maka tidaklah sopan dan bijak jika kita hanya bermalas-malas di bulan ramadhan bahkan hanya tidur di siang hari dan begadang tidak jelas di malam hari.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya,” Bahkan amaln ibadah sunnah yang dilakukan di bulan ramadhan, maka pahalanya akan dianggap sama persis dengan melakukan amal ibadah wajib.” (HR. Imam Baihaqi dan Khuzaimah).

ditulis di Lab SMP Al Kamal 20.00 02/03/2018


Sumber : https://4moslem.wordpress.com/2010/09/03/ramadhan-bulan-tarbiyah-ibadah-dan-al-quran/

Thursday, 1 March 2018

Nasihat syeh Shalih Al Fauzan dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan


Nasihat syeh Shalih Al Fauzan dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Nasihat syeh Shalih Al Fauzan dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Suatu hari, Syeh Shalih Al Fauzan mendapatkan pertanyaan, “kemi mengharap Anda memberikan suatu arahan dan bimbingan yang berkaiatan dengan Bulan suci Ramadhan? Apa yang wajib dilakukan umat islam dalam menghadapi bulan ini?”
Beliau menjawab :
Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan sekalian alam, shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabat dan para pengikut beliau. Amma ba’du.

Sebentar lagi hilal Ramadhan akan muncul dengan membawa berbagai keutamaan dan kebaikan untuk umat islam. Pada Bulan Ramadhan inilah keberkahan dan kemulian berkumpul dan Allah jadikan bulan ini sebagai bulan diturunkannya kitab suci umat islam yakni Al-Qur’an.

Allah SWT menjadikan Lailatul Qadar di dalam Bulan Ramadhan dan mewajibkan ibadah puasa pada siang harinya. Dan Allah mensyariatkan puasa Ramadhan ini untuk seluruh umat islam.

Pada Bulan ini, siang hari diwarnai dengan ibadah puasa. Pada malam harinya dengan shalat tarawih dan amaln lainnya. Dan setiap waktu senggangnya, waktu-waktu diantara ibadah mahdhoh dihiasi dengan dzikir kepada Allah SWT serta pendekatan diri dengan berbagai macam ketaatan lainnya.

Oleh karena itu, semua waktu yang ada akan penuh dengan keberkahan, semua waktunya akan banyak mengandung kebaikan. Dan semuanyaitu menjadikan perbendaharaan yang sangat berharga bagi setiap orang islam.

Maka sudah menjadi sebuah keharusan bagi orang islam untuk merasa bahagia dan gembira dengan kedatangan bulan ini, sebab pada bulan yang suci ini orang islam akan mendapatkan jalan keselamatan dari kehancuran dan kebinasaan di dalam api neraka. Karena Dosa-dosa yang telah lalu pasti akan diampuni oleh Allah SWT.

Hal ini disebabkan telah disajikan bagi orang islam banyak pahala dan kebaikan di dalam bulan Ramadhan ini. Hal ini akan terjadi dengan sempurna jika dia benar-benar memahami betapa mulia dan agungnya kedudukan bulan ini dan dapat memetik faedah dan manfaatnya dengan sebaik-baiknya.
Adapun orang yang lalai dan tenggelam dalam kemalasan dia akan diliputi kebodohan terhadap kemulian bulan Ramadhan ini, maka orang yang seperti ini tidak akan “bisa” membedakan antara bulan lainnya dengan bulan suci Ramadhan bahkan mjungkin saja dia telah menganggap bulan Ramadhan sebagai waktu untuk bersantai ria, bermalas-malasan, bulan untuk menikmati dan menyantap berbagai jenis makanan lezat dan minuman yang bermacam-macam.

Bulan di mana tidur saat siang hari dan begadang semalaman saat malam hari tanpa melakukan faidah sehinggan nantinya dia tidak akan mendapatkan manfaat apapun di bulan ini. Bahkan bisa jadi dia akan terjatuh dalam lembah dosa yangs emakin dalam.

Karena dosa pada bulan ini juga akan dilipatgandakan dari pada bulan-bulan lainnya. Dan akan diberikan hukuman yang lebih berat, sebagaimana halnya bulan ini akan dilipatgandakan kebaikan dan diperbesar pula pahalanya dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.

Amal kebaikan pada bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya di sisi Allah SWT jauh lebih banyak dari amal ibadah lainnya. Apalagi ibadah puasa pahalanya tidak ada batasnya. Demikian pula perbuatan maksiyat akan jauh lebih berat pula hukumannya. dan semua itu disebabkan akan kemuliaan dan keagungan waktu yang terdapat pada bulan Ramadhan ini.

Tuesday, 27 February 2018

Mempersiapkan Pribadi Kita Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Mempersiapkan Pribadi Kita Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Mempersiapkan Pribadi Kita Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Allah SWT memberikan keutamaan sebagian manusia di atas sebagian manusia lainnya, seperti halnya sebagian tempat tertentu di atas sebagian lainnya, juga sebagian waktu tertentu di atas sebagian waktu yang lainnya pula. Pada kali ini khususnya Bulan Suci Ramadhan telah diberikan keutamaan Oleh Allah SWT yang sangat luar biasa di atas bulan-bulan lainnya.

Allah SWT Berfirman :
وَربُّك يخلق ما يشاء ويختار ما كان لهم الخيرة (القصاص)
“Dan Tuhanmu menciptakan sesuatu yang Dia kehendaki dan memilihnya, dan tidak ada pilihan bagi mereka untuk memilih” QS al-Qashash:68).
Syekh ‘Abdur Rahman as-Sa’di saat memberikan tafsiran pada ayat tersebut, berkata ”Ayat ini menjelaskan segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT atas kehendak-Nya, dan berlaku kehendak Allah bagi semua ciptaa-Nya dan kemahaesaan-Nya dalam hal mengistimewakan apapun yang Allah kehendaki, baik hal itu terkait manusia maupun yang lainnya.”

Ayat di atas menegaskan pula, bahwa Bulan Ramadhan yang Allah SWT istimewakan tersebut lebih baik di atas bulan yang lainnya, dan merupakan kehendak serta kepemilihan-Nya sebagai Pencipta. Sehingga di dalam Bulan Ramadhan Allah berikan kewajiban Puasa sebagai rukun islam yang kelima dan Allah berikan keutamaan ibadah yang berlipat ganda.

Sungguh Allah SWT memberikan keistimewaan yang luar biasa penuh berkah dan barokah, sebagai suatu waktu yang besar guna mendapatkan kemulian di akhir zaman nanti. Hal ini sudah merupakan kesempatan yang langka bagi umat islam yang bertakwa untuk memperlombakan dirinya dalam menjalankan ketaatan dan pendekatan yang lebih baik kepada-Nya.
Bagaimanakah Seorang Muslim yang Taat Menyambut Bulan Suci Ramadhan?
Bulan Ramadhan penuh dengan kemulian serta kebarokahan, di dalamnya dilipatgandakan pahala amal-amal kebaikan, diwajibkan amal ibadah yang agung, dibukakan pintu surga dan ditutuplah pintu neraka. Oleh sebab itu, Bulan ini adalah peluang dan kesempatan berharga yang selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya oleh orang muslim yang beriman kepada Allah SWTdan bagi yang ingin meraih keridhaan-Nya.

Dan karena istimewanya Bulan Ramadhan ini, Nabi Muhammad SAW senantiasa memberikan kabar yang gembira kepada para sahabatnya akan kedatangan bulan ramadhan yang penuh akan keberkahan ini.

 Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Telah datang Bulan Suci Ramadhan yang penuh akan keberkahan, Allah SWT mengharuskan kalian untuk puasa di dalamnya, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutupdan syetan-syetan terbelenggu. Pada Bulan Ramadhan ini terdapat malam lailatul qadar malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan, siapapun yang terhalang untuk memperoleh kebaikan malam itu, maka sesungguhnya dia telah terhalang akan keutamaan yang agung.”

Imam Ibnu Rajab, mengomentari hadits ini, beliau mengatakan “Bagaimana tidak gembira orang yang beriman dengan terbukanya pintu surga? Bagaimana tidak gembira orang yang sering melakukan dosa dengan tertutupnya pintu neraka? Dan bagaimana tidak gembira orang yang berakal ketika syetan-syetan terbelenggu?”

Para ‘Alim Ulama zaman dulu, jauh sebelum tibanya Bulan Ramadhan selalu berdo’a kepada Allah SWT secara sungguh-sungguh supaya mereka dapat bertemu dengan Bulan Suci Ramadhan, Sebab menemukan Bulan Suci Ramadhan adalah nikmat luar biasa untuk orang-orang yang diberikan taufik dan hidayah oleh Allah SWT. Mu’alla bin al-Fadhal mengatakan ”orang-orang dahulu senantiasa berdo’a kepada Allah SWT 6 bulan sebelum datangnya Bulan Ramadhan, mereka berdo’a supaya dapat bertemu dengan Bulan yang mulia ini. Kemudian setelah selesei Bulan Ramadhan mereka berdo’a kepada Allah SWT selama 6 bulan agar amal perbuatan yang mereka kerjakan diterima oleh Allah SWT.”

Maka seyogyanya bagi seorang muslim yang taat, dapat mengambil tauladan dari ulama salaf tersebut, dengan cara bersungguh-sungguh berdo’a kepada Allah SWT dan mempersiapkan diri pribadinya untuk mengeruk habis pahala kebaikan, ampunan dan ridha Allah SWT, supaya di akhir hayat nanti dapat menemukan kegembiraan dan kebahagian yang hakiki saat bertemu denga Allah SWT dan memperoleh ganjaran yang luar biasa dari amal perbuatan mereka. Rasulullah SAW bersabda “ seseorang yang sedang berpuasa akan merasakan 2 kebahagian yang besar, pertama saat berbuka dan kedua saat dia dipertemukan Allah.”

Persiapan dalam artikel kali ini, tentu saja bukan dengan cara memborong makanan dan minuman lezat di toko untuk persiapan sahur dan membalas dendam saat berbuka puasa. Juga bukan dengan persiapan mengikuti semua acara di TV yang mana lebih banyak rusak dan melalaikan dari mengingat Allah SWT dari pada kemanfaatan yang diinginkan, itupun kalau ada manfaat, kalau tidak tambah merugi nantinya.

Akan tetapi persiapan yang dimaksud dalam artikel kali ini adalah mempersiapkan pribadinya baik lahir maupun batin guna melakukan ibadah puasa dan ibadah sunnah yang luar biasa pahalanya. Yaitu dengan menambah materi tentang Ramadhan, dengan hati ikhlas mencari petunjuk serta sunnah Nabi yang ada kaitannya dengan Bulan Suci Ramadhan. Sebab balasan atau pahala yang akan diperoleh oleh seorang hamba dari amal shaleh yang dikerjakan akan dilihat dari persiapannya karena jika persiapannya kurang sempurna, nantinya bakal kurang pula keikhlasan, ibadah dan amal kebaikan yang akan dilaksanakan.

Hal ini telah diberitahukan dalam Sabda Nabi Muhammada SAW, “ Sungguh benar seorang hamba yang mengerjakan shalat, akan tetapi tidak ditulisakan untuknya pahala shalat tersebut kecuali sepersepuluh, spersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau seperduanya.

Juga terdapat dalam hadits lain “Kadang seseorang yang melaksanakan ibadah puasa tidak mendapatkan bagian pahala puasanya kecuali lapar dan dahaga.” Dalam kedua hadits memberikan petunjuk bagi semua, bahwa persiapan meraih kebaikan jangan sampai disia-siakan saja, kita harus mencari lebih banyak informasi yang ada kaitannya dengan ibadah kita, khususnya Puasa.
Meraih Ketakwaan dan Kesucian Jiwa Dengan Cara Puasa Bulan Ramadhan.

Hikmah paling utama diwajibkannya ibadah puasa sebagai rukun islam yang ke 5 adalah untuk mencapai derajat ketakwaan yang lebih tinggi lagi, yang hakikatnya untuk memperoleh kebersihan jiwa dan kesucian hati. Maka Bulan Suci Ramadhan adalah peluang dan kesempatan yang amat berharga bagi seorang muslim untuk membenahi pribadinya agar mendapatkan ketakwaan yang sempurna.

Allah SWT berfirman :

ياأيها الذين أمنوا كُتِب عَليكمْ الصّيام كما كُتب على الذين مِن قبلكُم لعلكم تتقون

Wahai orang-orang yang beriman, diharuskan (diwajibkan) bagi kalian untuk berpuasa, seperti halnya diharuskan bagi orang-orang sebelum kalian, supaya kalian bertakwa.” (QS al-Baqarah:183).

Imam Ibnu Katsir mengatakan tentang ayat tersebut, “ Di dalam ayat ini Allah SWT berfirman yang ditujukan kepada semua orang yang beriman dan memberikan perintah kepada mereka untuk beribadah dengan cara berpuasa, ini artinya diharuskan untuk menahan diri dari makan, minuman dan hubungan suami-istri dengan berniat karena Allah SWT saja. Sebab berpuasa adalah alasan untuk mencapai kebersihan hati dan kesucian jiwa, juga menghapus noda-noda uruk yang telah mengotori hati dan peilaku yang kurang baik.”

Syekh Abdur Rahman as-Sa’di memberikan penjelasan tentang unsur-unsur ketakwaan yang bisa dicapai dalam beribadah puasa, di bawah in penjelasan beliau

-Orang yang berpuasa sejatinya meninggalkan segala hal yang sudah diharamkan Allah SWT, diantaranya makan, minum, berhubungan badan dan lain sebagainya, yang mana semua itu senantiasa diingini nafsu manusia, mereka berkeinginan lebih dekat kepada Allah SWT dan berharap akan balasan yang lebih besar. Hal ini merupakan takwa kepada Allah SWT.

-Orang berpuasa melatih dirinya merasakan muraqabtullah(senantiasa merasa dalam pengawasan Allah SWT), sehingga dia bisa meninggalkan apapun yang diinginkan nafsunya, padahal dia mampu mengerjakannya, akan tetapi dia merasa takut karena dia mengerti Allah Maha Mengawasi setiap gerak-geriknya.

-Sesungguhnya ibadah puasa akan mempersempit jalan yang dilalui setan dalam tubuh manusia untuk menggoda manusia dengan segala bujuk rayunya. Karena sesungguhnya setan benar-benar beredar dalam tubuh manusia melalui aliran darahnya, maka dengan berpuasa akan melemahkan kekuatan dan berkurangnya perbuatan tercela orang yang berpuasa.

-Orang yang berpuasa secara umum memperbanyak melaksanakan ketaatan secara continue, amal-amal ibadah dan perbuatan-perbuatan terpuji. Hal ini merupakan bagian dari ketakwaan.

-Orang kaya yang berpuasa akan merasakan rasa lapar dan dahaga hingga ia berbuka puasa. Hal ini akan menimbulkan perasaan iba dan akan menolong orang miskin dan tidak mampu, ini juga bagian dari sebuah ketakwaan.

Bulan Ramadhan adalah musimnya kebaikan untuk membiasakan dan melatih pribadinya memiliki  karakter yang terpuji, salah satunya adalah sabar. Sifat sabar memiliki kedudukan yang tinggi dalam islam, bahkan jika tidak ada sifat ini berarti keimanan seseorang akan pudar dan kemudian hilang, Imam Ibnul Qayyim memberikan gambaran tentang sifat sabar. “ Sesusungguhnya (kedudukan) sifat sabar dalam keimanan seseorang ibarat kedudukan kepala manusia terhadap tubuhnya,  jika manusia tidak memiliki kepala maka tiada lain kehidupan telah sirna bagi tubuhnya.”

Sifat sabar, memiliki kaitan yang erat dengan ibadah puasa, bahkan puasa sendiri adalah termasuk di dalam kesabaran. Oleh sebab itu, nabi Muhammad SAW di dalam haditsnya menamakan bulan Ramadhan sebagai bulan kesabaran (sahru shabr). Tanpa kesabaran di dalam puasa pahala orang tersebut tiada sempurna.

Allah SWT memberikan pahala yang berlipat ganda tiada batas bagi orang yang berpuasa, sebagaimana Nabi, “ semua amalan shalih yang dikerjakan akan dilipatgandakan, satu kebaikan, sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat. Allah SWT berfirman: “Kecuali amal puasa (ganjarannya tiada batas). Karena puasa itu (khusus) hanya untuk-Ku dan Akulah yang akan memberikan pahal kebaikan baginya.”

Demikian halnya sifat sabar, ganjaran pahalanya tiada batas. Allah SWT berfirman :

"اِنّما يُوفَّى الصابِروْنَ أجْرهُمْ بِغيْرِ حِسابٍ (الزمار:10"

“Sesungguhnya orang yang sabar akan diberikan kesempurnaan pahala mereka tanpa ada batas.” (QS az-Zumar:10).

Imam Ibnu Rajab al-Hambali mengatakan. ” sabar ada 3 macam: sabar dalam menjalan perintahNya, sabar dalam meninggalkan laranganNya dan sabar dalam menghadapi qodho qadarNya. 3 macam sabar ini berkumpul ketika menjalankan Ibadah puasa, karena saat berpuasa kita harus bersabar dalam menjalankan perintahNya, sabar dalam meninggalkan laranganNya dan sabar dalam ketentuanNya.” Maka benar sekali bahwa puasa dan sifat sabar memiliki hubungan yang sangat erat.
Semoga bermanfaat mohon maaf jika ada kekuragan dalam artikel yang admin share.
Kunir, 27 Feb 2018

Monday, 26 February 2018

Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan


Bulan Ramadhan sebentar lagi di depan mata, bulan yang selalu dinanti dan ditunggu oleh umat muslim, bulan yang senantiasa diwarnai dengan segala amal shalih, ibadah dan ketaatan ; tilawatil qur’an, shalat lail, shiyam, sodaqoh, mendatangi majlis ilmu, peduli terhadap orang tak mampu dan lain sebagainya. Inilah bukti nyata kesempurnaan dan keindahan agama islam, mengajarkan sikap yang baik dan perbuatan yang terpuji.

Allah SWT berfirman : ”Pada hari ini (telah) Aku sempurnakan bagimu agamamu, Aku (telah) cukupkan bagimu nikmat-Ku dan Aku (telah) ridha (agama) islam sebagai agama bagi kamu.” (QS al-Maaidah : 03)

Nabi Muhmmad SAW bersabda : ”Agama Islam dibangun di atas 5 perkara : sahadat bahwasannya tiada sesembahan yang benar selain Allah dan Nabi Muhammad adala utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan ibadah haji ke baitulloh, dan berpuasa Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar r.a. )

Bulan Ramadhan adalah bagian dari perjalanan manusia (umat islam khususnya) yang Allah SWT ciptakan untuk dimanfaatkan dalam ketaatan kepadaNya dan menjauhi segala laranganNya, di mana setiap hari setan terus berusaha dan berupaya untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Allah SWT berfirman :”Demi Masa, sesungguhnya manusia (benar-benar) berada dalam kerugian, kecuali orang2 yang beriman, beramal solih, saling menasihati dalam kebenaran dan dalam menetapi kesabaran.” (QS al-Asr: 1-3).


Melaksanakan ibadah puasa adalah bagian dari keimanan umat islam. Imam Bukhari r.a. membuat bab dalam kitab shahihnya dengan judul Bab Puasa Ramadhan dengan harapan pahala dari puasa Ramadhan bagian dari keimanan. Dalam sabda Nabi Muhammad SAW, “Barang siapa yang beribadah puasa dalam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap kebaikan maka akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah r.a.)

Lezatnya Ketaatan dalam Beribadah
Seorang hamba Allah yang sadar bahwa Allah SWT adalah sesembahannya, agama Islam sebagai agamanya dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusanNya tentu akan merasakan akan lezatnya ketaatan dalam beribadah dan melakukan amal-amal shalih, dia tidak akan merasakan berat atau sempit (waktu) saat menunaikan kewajiban ibadahnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Akan merasakan lezatnya keimanan, orang yang telah ridha Allah sebagai tuhannya, Islam sebagai agamanya dan nabi Muhammad sebagai utusan Allah SWT.” (HR Muslim dari al-Abbas bin Abdul Muthalib r.a.)

Iringi Amal Shalih dengan Sifat Ikhlas
Ibadah Puasa pada bulan Ramadhan adalah amal shalih yang sangat utama. Bahkan ia salah satu rukun islam. Sementara amalan shalih yang tidak diiringi dengan keikhlasan tidak akan bernilai di sisi Allah SWT. Allah SWT berfirman, “ Maka barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan tuhannya hendaknya dia melakukan amal shalih dan tidak menyekutukan dalam beribadah kepada Rabnya dengan sesuatu apapun.” (QS al-Kahfi:110)

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap amal shalih dinilai dengan niatnya, dan bagi setiap orang apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khatab r.a.)

Melandasi Ibadah Puasa dengan Ketakwaan
Takwa alah menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala laranganNya. Thalq bin Habib r.a. menjelaskan tentang ketakwaan, “Takwa adalah kamu melaksanakan ketaatan terhadap perintah Allah SWT dengan mengharapkan pahala kebaikan dari Allah SWT. Dan kamu menjauhi (meninggalkan) kemaksiatan kepada Allah SWT karena takut terhadap hukuman (‘uqubah) Allah SWT.”

Puasa tidak hanya menahan dahaga dan lapar, lebih dari itu puasa merupakan ketundukan penuh seorang hamba kepada Tuhannya yang sudah menciptakannya dan mengkaruniakan kepadanya segala bentuk kenikmatan. Allah SWT berfirman, “Wahai umat manusia, Sembahlah Tuhanmu, yang telah menciptakannmu dan orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertakwa. “QS al-Baqarah:21).

Amal shalih (ibadah) adalah segala hal yang diridhai dan dicintai Allah SWT, berbentuk perbuatan dan ucapan, yang nampak dan tak nampak, amal shalih mempunyai tiga pondasi amalan hati,: cinta, harap dan takut. Seseorang yang beribadah (beramal shalih) kepada Allah SWT harus menyertai amalannya dengan tiga hal tersebut. Beribadah hanya cinta saja kliru, ibadah hanya harap saja kliru, ibadah dengan takut saja kliru. Oleh karena itu ketiga hal ini harus ada di dalam hati seseorang saat melaksanakan ibadah.
Ibadah seperti tersebutlah yang akan diterima di sisi Allah SWT. Allah SWT berfirman tentang ibadah kurban, “Tidak akan sampai kepada Allah SWT daging-dagingnya atau darahnya, akan tetapi yang akan sampai kepadaNya adalah ketakwaan dari kalian.” (QS al-Haj:37).


Melaksanakan ibadah Puasa dengan disertai Sunnah NabiNya
Amalan ibadah yang tidak sesuai dengan syariatnya tidak akan diterima oleh Allah SWT, dan tidaklah Allah SWT mensyariatkan perintahNya kecuali melalui utusanNya. Allah SWT berfirman, “Katakanlah (Muhammad) : Jika kalian benar-benar mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengapuni dosa-dosa kalian.” (QS Ali Imran:31).

Nabi Muhammad SAW bersabda,” Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan termasuk bagian darinya maka ia pasti tertolak.” (HR Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah r.a.)
Imam Syafi’I r.a. berkata, “ Kaum muslimin telah sepakat, bahwa barang siapa yang telah jelas baginya suatu tuntunan (Hadits) maka tidak halal baginya untuk meninggalkan dengan alasan mengikuti pendapat orang lain.” Imam Ahmad r.a. menegaskan, “ barang siapa yang menolak hadits Rasulullah SAW, maka sesungguhnya dia berada di tepi jurang kehancuran.”

Mengharap Pahala dan Ampunan Allah SWT
Pahala dari Allah dan ampunaNya adalah hal yang teramat dibutuhkan oleh seorang hamba. Sementara pahala dan ampunan Allah SWT diperuntukkan bagi hamba-hambanya yang menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Puasa merupakan salah satu bentuk perintah Allah SWT yang dapat menghapus dosa-dosa yang tekah lalu.

Oleh karena itu, seyogyanya hamba Allah menyadari bahwa dosa yang telah dilakukannya adalah bencana dan musibah baginya untuk itu dia harus segera bertaubat dan kembali kepada Allah SWT.

Bulan Suci Ramadhan sebentar lagi akan tiba, alangkah buruknya kita jika bulan yang penuh akan berkah ini berlalu begitu saja tanpa curahan pahala Allah SWT dan AmpunanNya. Semoga Allah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan ini, melarutkan kita dalam lezatnya ibadah dan bermunajat. Menangisi dosa kita dan kesalahan kita.

—

Monday, 15 January 2018

7 Rahasia-Rahasia Keistimewaan Pada Bulan Ramadhan

7 Rahasia-Rahasia Keistimewaan Pada Bulan Ramadhan
7 Rahasia-Rahasia Keistimewaan Pada Bulan Ramadhan

Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan sudah tidak diragukan lagi, sebagai orang islam yang beriman, tentu saja kita tidak boleh melewatkan kesempatan ini agar mendapat pahala yang banyak, dan kita harus berlomba-lomba memperoleh kebaikan yang banyak agar tidak ketinggalan dengan teman kita sendiri. Karena pada Bulan Ramadhan segala amal kebaikan yang kita lakukan akan diganjar dengan pahala yang berlipat-lipat ganda.

Banyak cara agar di Bulan Ramadhan ini kita tidak hanya menyia-nyiakannya saja, sangat disayangkan sekali jika kita hanya bermalas-malasan (tidur melulu) tersu. Beberapa hal yang bisa kita lakukan pada Bulan ini yaitu dengan iktikaf, membaca Al-Qur’an, bersedekah dan lain sebagainya.


Keindahan Bulan Ramadhan harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, tentu anda mempunyai beberapa cara agar keistimewaan yang ada di dalam Bulan Ramadhan tidak sia-sia. Sehingga anda tidak melewatkan bulan ini begitu saja. Nah, Kenapa Bulan Ramadhan sangat istimewa bagi umat islam, Berikut ini Rahasia Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan :

1. Bulan untuk Mendidik Kita Mencapai Derajat Ketaqwaan

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 dijelaskan “diwajibkan bagi umat islam secara keseluruhan untuk melaksanakan ibadah puasa, supaya umat islam bisa memperoleh ketaqwaan”. Jelas sekali bagi kita, jika kita bisa berpuasa secara benar, secara tidak langsung berarti kita belajar menahan dahaga, rasa lapar, rasa marah dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Sehingga dari ini kita belajar bersabar yang mana didasari oleh ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dengan hal demikian Bulan Ramadhan istimewa karena hanya di Bulan ini derajat ketaqwaan kita meningkat secara drastis.

2. ulan Meraih Pintu Syurga

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dijelaskan, bahwa saat datang Bulan Suci Ramadhan, Dibukalah pintu-pintu surgawi serta ditutup pintu-pintu neraka lalu setan dibelenggu. Hal ini menjelaskan bahwa bulan ramadhan terbuka lebar peluang bagi umat islam untuk mendapatkan surga Allah SWT. Oleh karena itu jangan sampai dilewatkan begitu saja.

3. ulan Yang ada Lailatul Qadarnya

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan (83 tahun lebih), dalam 30 hari di Bulan ramadhan ada malam lailatul qadarnya, apabila kita beribadah di dalam malam tersebut maka sangat beruntunglah kita. Dengan beribadah di dalamnya ibarat kita beribadah selama 83 tahun. Jangan sampai menyia-nyiakannya, menurut sebagian besar ulama, malam lailatul qadar ada pada malam ke 21 sampai 30, maka sangat dianjurkan di malam sepuluh terakhir tersebut kita lebih memperbanyak ibadah.

4. ulan Ramadhan Adalah Bulan Pengampunan

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dijelaskan, siapa saja yang melakukan ibadah puasa dengan iman dan ihtisab (niat baik), maka akan diampuni segala dosa yang berlalu. Hal ini berarti jika kita bisa melakukan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, dengan diiringi niat yang benar dan percaya akan kebenarannya, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.

5. ulan Ramadhan Bulan Keberkahan

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, An-Nasa’i dan Baihaqi dijelaskan, umat islam secara keseluruhan mendapatkan keberkahan yang bernilai seribu bulan atau malam lailatul qadar. Keberkahan ini hanya didapatkan oleh umat islam saja dan hanya terdapat pada Bulan Ramadhan.

6. Bulan yang Ibadahnya berpahala berlipat ganda

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaqun alaih (Imam Bukhari dan Imam Muslim) dijelaskan jika kita beribadah pada Bulan Ramadhan seperti shalat sunnah, Membaca Al-Qur’an, Berdzikir dan ibadah lainnya, Allah SWT akan melipatgandakan pahalanya. Dan balasan ini dapat berlipatganda hingga 70 kali. Oleh sebab itu jangan sampai kita menyia-nyiakan bulan ini. Karena akan sangat rugi sekali jika kita tidak mendapatkan pahala yang banyak.

7. Bulan Yang Didalamnya Turun Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah bagi kita, setiap hurufnya akan diberi 10 kebaikan dan jika kita melakukannya pada Bulan Ramadhan maka akan lebih berlipatganda lagi. Maka sangat penting untuk memperingati turunnya Al-qur’an atau biasa disebut PERINGATAN NUZULUL QUR’AN, hendaknya kita bisa memperbanyak do’a pada malam ini yakni pada tanggal 17 Ramadhan agar kita bisa mendapatkan keberkahan dan keistimewaan Bulan Suci Ramadhan.

Baca Juga "6 Wasiat Rasulullah Menghadapi Ramadhan"





Sunday, 14 January 2018

15 Amal Shalih Yang Harus Kita Lakukan di Bulan Ramadhan

15 Amal Shalih Yang Harus Kita Lakukan di Bulan Ramadhan
15 Amal Shalih Yang Harus Kita Lakukan di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah Bulan yang paling istimewa bagi umat islam, selain karena hanya ada sekali dalam setahun, berbagai amalan shalih di Bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh sebab itu semua umat islam berlomba-lomba untuk memperbanyak amalan di Bulan Ramadhan, di bawah ini admin tulis secara ringkas 15 amalan yang harus kita lakukan agar kita tidak ketinggalan oleh umat muslim yang lain apalagi kalau sampai ketinggalan sama temen kita.

1.      Puasa

Barangkali masih banyak yang beranggapan bahwa puasa hanya sekedar menjalankan ibadah wajib lainnya saja seperti shalat ataupun zakat. Namun sebenarnya selain kita melaksanakan kewajiban ibadah puasa kita juga dapat menghapus dosa di masa lalu dan menambah ibadah puasa.

2.      Makan Sahur Setiap Dini Hari

Banyak orang yang menyepelekan makan sahur, karena ngantuk atau malas untuk bangun malam. Namun ternyata makan sahur akan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Kegiatan ini telah didukung oeleh berbagai hadits yang sudah terpercaya. Makanya agar puasa kita makin berkah dan mendapat pahala jangan sampai kita meninggalkan makan sahur.

3.      Mengakhirkan sahur

Bangun malam terasa berat untuk dilakukan bahkan kadang-kadang terlewati, tidak salah jika banyak orang yang makan sahur sebelum tidur atau saat tengah malam. Pada hakikatnya, makan sahur pada jam 2 atau 3 masih dianggap sebagai makan malam walaupun dengan mengucapakan niat makan sahur. Oleh sebab itu mengakhirkan sahur yaitu menjelang imsak adalah perbuatan yang sangat dianjurkan, lebih bermanfaat lagi dengan tujuan untuk menghindari keblablasan melaksanakan kewajiban ibadah shalat subuh. Usahakan untuk memiliki jadwal imsakiyah di daerah kita sehingga kita bisa melihat kapan waktu imsaknya.

4.      Segera Berbuka Kalau sudah Waktunya Tiba

Waktu berbuka puasa sangat disarankan untuk segera dilakukan saat setelah mendengar adzan, walaupun hanya sekedar minum segelas air dan sebuah kurma atau hidangan sederhana lainnya. Pendapat ini telah didukung oleh hadits dan ulama. Juga hendaknya sebelum kita menyantap menu utama, kita laksanakan ibadah shalat maghrib terlebih dahulu, baru kemudian kita makan bersama keluarga. Hal ini dimaksudkan agar saat shalat kita tidak kekenyangan dan juga hal ini bisa menambah keharmonisan dalam keluarga.

5.      Melaksanakan Shalat 5 waktu

Shalat 5 waktu pahalanya sangat besar apalagi dilaksanakan pada Bulan Ramadhan, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pahala shalat 5 waktu di Bulan Ramadhan 70 kali dibanding dengan shalat 5 waktu di bulan lainnya. Selain itu shalat merupakan tiang agama, jika kita melkasanakan shalat tepat waktu dan tidak putus secara berjamaah. Maka bisa dibayangkan pahala yang akan didapatkan sangat luar biasa.

6.      Melaksanakan Shalat sunnah Tarawih

Shalat sunnah tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan melaksanakan ibadah sunnah ini kita akan memperoleh pahala yang berlipat ganda juga dengan mengikuti ibadah shalat sunnah tarawih di masjid kita bisa bersilaturahim dengan tetangga lainnya.

7.      Memperbanyak Bacaan Al-Qur’an

Bulan Ramadhan adalah Bulan diturunkannya Al-Qur’an, membaca al-qur’an sudah merupakan ibadah yang memiliki banyak pahala apalagi jika dilakukan di Bulan Ramadhan, hal ini akan terasa sangat istimewa. Dalam sebuah hadits dijelaskan membaca satu huruf dari Al-Qur’an akan mendapatkan 10 kebajikan. Bayangkan jika kita membaca satu surah, satu juz, atau kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an berapa banyak kebajikan yang sudah kita peroleh.

8.      Memperbanyak sedekah

Sedekah adalah amal yang sangat dianjurkan karena bisa membersihkan sebagian harta kita. Sedekah juga menunjukkan rasa simpati kita kepada orang lain. Dalam arti lain membantu sesama merupakan hal yang sangat dianjurkan. Apalagi jika dilakukan pada Bulan Ramadhan, akan menambah pahala kita, bisa membebaskan kita dari api neraka dan dapat mempermudah jalan kita menuju surga.

9.      Perbanyak Dzikir

Berdzikir berarti mengingat Allah SWT dalam keadaan bagaimanapun dan waktu kapanpun, Berdzikir tidak hanya ada dalam hati maupun lisan, berdzikir juga bisa berarti memikirkan segala ciptaan Allah SWT yang dapat menunjukkan kebesaran dan keagungan Allah SWT. Segala hal yang ada di dunia ini diciptakan oleh Allah SWT dengan tingkah laku, bentuk, warna dan sebagainya dengan cara yang berbeda, makhluk juga memiliki manfaat dan faedah yang bermaca-macam. Sungguh Allah SWT sangat kuasa akan segala hal. Dengan cara begini Berdzikir bisa kita lakukan dimanapun dan kapanpun.

10.  Memberi Makan Kepada Orang yang Akan Berbuka Puasa

Dengan menyajikan menu berbuka kepada orang lain berarti kita juga bersedekah yang mana kita akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Memberi makan untuk buka puasa kepada orang lain memiliki keistimewaan tersendiri, yakni kita akan mendapatkan pahalanya orang yang berbuka tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang tersebut. Apalagi jika dia mau mendo’akan kita. Niscaya do’a itu akan mustajab dan akan segera dikabulkan oleh Allah SWT.


11.  Mangajak Berbuat Baik (Berdakwah)

Menyeru mengajak berbuat baik, merupakan amalan atau ajaran yang sangat dianjurkan, berdakwah berarti kita juga menyebarkan ajaran-ajaran agama islam kepada orang lain dari mulut ke mulut. Seruan atau dakwah ini bertujuan untuk menyebarkan kebaikan, mengingat akan kebaikan dan juga menghindari hal-hal yang dilarang. Akan tetapi dengan majunya tekhnologi kita juga bisa berdakwah melalui media massa semisal facebook, whatsapp, instagram, twitter dan aplikasi lainnya. Walau hanya satu hadits hal ini bisa mengingatkan saudara-saudara kita akan kebaikan dan menjauhi keburukan.

12.  Beriktikaf di Dalam Masjid

Salah satu keistimewaan Bulan Ramadhan adalah Lailatul Qodar, di mana malam lailatul qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan (83 tahun). Malam lailatul qadar ini datang pada 10 hari terakhir pada Bulan Ramadhan, makanya sangat dianjurka di sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk beriktikaf di dalam masjid. Berdiam diri di dalam masjid dengan melakukan berbagai macam amalan seperti zikir, membaca Al-Qur’an dan Beriktikaf kita akan mendapatkan pahala yang sangat luar biasa.

13.  Melakukan Umroh

Bagi orang yang memiliki dana yang cukup, berusahalah agar bisa berangkat umroh pada Bulan Ramadhan sebab Umrah ini nilainya akan setara dengan berhaji di tanah suci bersama dengan Nabi Muhamaad SAW. Hal ini juga akan menambah kedekatan kita kepada Allah SWT dan kita bisa lebih berfokus untuk beribadah.

14.  Bertaubat dari Dosa

Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Maka, sangat dianjurkan untuk bertaubat di Bulan Ramadhan, bertaubat dari segala macam kesalahan yang disengaja maupun tidak. Bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam bertaubat maka akan diibaratkan seperti bayi yang baru lahir. Bersih suci tanpa dosa. Tentu saja bertaubat bisa kapan saja. Namun tidak ada salahnya jika kita bisa memohon ampun kembali pada saat Bulan Ramadhan. Karena Bulan ini sangat istimewa.


15.  Mununaikan Zakat Fitrah Maupun Maal

Walaupun kita telah melaksanakan ibadah puasa dengan semaksimal mungkin. Akan tetapi terkadang kita masih melakukan kesalahan-kesalahan baik ucapan mapun perbuatan yang tidak sengaja. Oleh sebab itu, dengan membayar zakat fitrah kita dapat menutupi kesalahan-kasalahan kita tersebut. Zakat maal juga bermanfaat untuk membersihkan harta kita yang tidak suci.